Pihaknya menegaskan, bahwa vaksinasi tersebut bukanlah syarat untuk melangsungkan tatap muka, melainkan hanya untuk membentuk herd immunity agar mahasiswa memiliki imun tubuh yang kuat saat melangsungkan kuliah tatap muka.

"Sudah ada satu angkatan yang telah kami laksanakan tatap muka, yaitu di semester 3," tegasnya.

Meski begitu, dia mengaku, tersebarnya informasi hoax tentu menjadi kendala tersendiri. Akibatnya, banyak mahasiswa yang enggan mendaftar untuk vaksinasi.

"Kami menilai bahwasanya pemahaman mahasiswa untuk melakukan vaksinasi masih kurang. Wajar saja, karena semua itu terkontaminasi oleh pendapat masyarakat yang menolak vaksinasi," pungkasnya.