"Memperlakukan manusia sesuai kategori status sosialnya, saya hanya penjual kopi, jangan hinakan saya dengan ditunjuk-tunjuk seperti itu," kata pria berpostur tubuh kurus tinggi itu.

"Saya yakin, kalau razia yang dilakukan ke cafe-cafe besar atau ke tempat-tempat milik pengusaha kaya tidak akan sekasar seperti yang dilakukan ke warung saya," tambahnya.

Sebetulnya Amir merasa takut bersuara seperti itu. Sebab Pemerintah saat ini sangat sensitif. Apalagi berbicara tentang virus Corona dengan segala sudut pandang yang berbeda.

"Saya hanya rakyat kecil, bicara musti harus hati-hati, mau bagaimanapun saya tetap akan salah karena dinilai melanggar aturan PPKM. Mau melawan saya takut, warung saya takut dibongkar, saya hanya bisa mengelus dada," terangnya.