Pihaknya juga menegaskan, saat ini lebih 100 Bumdes di Sumenep telah dikelola masing-masing Desa. Sebab itu, pihaknya meminta agar wisata tersebut sesegera mungkin untuk menyelesaikan proses renovasi destinasi.

"Setelah semuanya selesai dan memenuhi syarat, misal ketersediaan parkir, keselamatan pengunjung, dan Mandi, cuci, kakus (MCK), maka layak untuk dijadikan tempat wisata, baru dioperasikan. Tentu izin operasional juga di urus," pintanya.

Senyampang dari itu, pihak Kades Kaduara Timur, Prayitno, hingga Camat Pragaan, Darussalam, belum bisa berkomentar dengan adanya pengembangan destinasi baru itu.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, kedua pihak terkait telah dicoba untuk dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, dan belum ada respon. Meski dana deringnya telfonnya aktif.

(Mp/al/rus)