Sejauh ini, belum ada penelitian yang dilakukan oleh bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Pemkab Sumenep. Menurut Halil, keberadaan Sumber Aeng Banger dibiarkan begitu saja oleh pemerintah Sumenep. Karena itu, masyarakat setempat lebih mempercayai mitos dan menjaga kearifan lokal yang ada di wilayahnya.
"Setahu saya belum ada penelitian resmi dari Pemkab Sumenep. Baru kali ini dilirik karena akan dijadikan tempat wisata," kata dia.
Berbicara mitos yang berkembang di tengah masyarakat, konon, usai mandi di Sumber Aeng Banger, pengunjung harus melepas dan membuang baju yang dipakainya disekitaran area pemandian.
Hal itu dilakukan, sebagai kepercayaan atau mitos yang dianut, agar penyakit yang menderita sebuah penyakit tidak lagi menempel disekujur badan atau tubuhnya.