"Kalau saya mandi karena punya penyakit di badan. Cuma untuk air mengandung belerang atau tidak saya kurang tahu, yang saya dengar adalah kain berupa baju, celana dalam, yang dipakai kita harus dibuang disini dengan cara mengahadap kebelakang," ujar gadis berusia 17 tahun ini.
Benar saja, nampak terlihat, banyaknya kain bekas yang bergelantungan di atas pohon bambu. Dari mulai celana dalam anak-anak, baju pria dan wanita dewasa menggelantung.
Baca Juga:Pungutan Liar Diduga Dilakukan Pengawas Madrasah Aliyah Kecamatan Bluto, Kemenag Sumenep Membenarkan
Sejarah Sumber Aeng Banger
Menengok sejarah yang beredar, dulu Sumber Aeng Banger diambil dari kata Misgilomi. Misgilomi sendiri adalah kata lain dari munculnya air yang disebut-sebut mengandung belerang.