Uniknya, baju dibuang disebuah pohon bambu oleh para pendatang. Penyebabnya, nuasa pohon bambu terlihat kumuh dan jorok akibat tertumpuk oleh kain bekas, baik celana dalam, maupun baju pria anak kecil hingga dewasa.

Misalnya saja Dela Okta, salah satu warga asal Kabupaten Pamekasan yang tengah mandi di Sumber Aeng Banger itu. Dia mengatakan, jika sebenarnya ingin mencoba untuk menghilangkan penyakit gatal-gatal, panu, dan bisulan yang dideritanya.

[caption id="attachment_17650" align="alignnone" width="700"] INVESTIGASI. Hasil foto Sumber Aeng Banger diambil dari sisi atas jalan raya. (Madura Post/M.Hendra.E)[/caption]

Informasi tentang keberadaan mata air penyembuh ragam penyakit itu, diketahuinya dari beberapa orang yang telah banyak merasakan banyak manfaat. Bahkan, ada yang sembuh total usai mandi di air tersebut.

Namun, pihaknya meyakini, jika mitos dengan cara membuang pakaian yang ia kenakan setelah mandi juga dianutnya, demi menjaga kearifan lokal yang telah berjalan puluhan tahun itu.