Hanya saja, para pemilik angkutan umum jenis odong-odong tersebut protes kepada Kades Joni. Alasannya, karena merasa tidak menyalahi jam operasi angkutan umum jenis odong-odong hingga melebihi pukul 17.00 WIB.
Seperti yang disampaikan Rauf, salah satu warga setempat yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum jenis odong-odong, profesi sama yang dijalani Wawan.
Sebagai seorang saksi, Rauf mengatakan, hadir pada mediasi yang digelar Kades Joni di Balai Desa setempat dengan para sopir odong-odong lainnya.
"Saya melihat sendiri, Kades Joni yang pertama mendorong Wawan. Karena dari itu, Wawan tidak terima dengan tindakan itu dan melakukan perlawanan, namun aparat desa lain malah membantu Kades Joni bukan malah melerai kejadian tersebut," kata Rauf, seperti yang dikutip di Indeksdotcodotid.