"Malam itu, saya didampingi Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Desa Sapeken. Saat saya mulai menegur dan menghampiri Wawan dengan memegang kera bajunya, dia langsung melayangkan satu pukulan ke muka dan mengenai mata kiri saya," kata Kades Joni menguraikan.
Spontan, tim Satgasus yang saat itu juga berada di lokasi langsung melerai Wawan dan Kades Joni, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Tapi Wawan ini tetap arogan, hingga akhirnya Satgasus kami melakukan tindakan terukur dengan cara menahan amukan Wawan. Tim Satgasus kami menahan Wawan dengan cara memegang sekuat mungkin," katanya.
Dari sinilah, kasus ini semakin melebar hingga salah satu video yang diduga terjadi pemukulan itu viral di media sosial.