TEROBOSAN BARU, TAK HANYA GUGUR KEWAJIBAN

Ayink menegaskan, pemerintah belum memiliki terobosan-terobosan baru dalam pengentasan kemiskinan. Faktanya, angka Sumenep" class="inline-tag-link">kemiskinan di Sumenep tiap tahun selalu naik.

Tercatat, pada tahun 2018, jumlah orang miskin di Sumenep mencapai 218.160 atau 21,18%. Sementara dalam kurun waktu tahun 2019-2020 mencapai mencapai 220.230 jiwa atau 22%.

Ada beberapa faktor angka kemiskinan tiap tahun selalu naik. Salah satunya, program dan kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan terkesan formalistas.

"Programnya jalan, cuma tak berdampak apa-apa, hanya gugur kewajiban," paparnya.