Disamping itu, lanjutnya, tak ada lagi anak putus sekolah bila dana tersebut dialokasikan bagi beasiswa pendidikan.

"Anak-anak akan gembira ketika mereka belajar di kelas dengan fasilitas modern," tegasnya.

Ayink menuturkan, dana segar DBH dan CRS migas, harusnya dapat dikelola dengan benar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Dimana, hal ini yang mampu mendorong ketersediaan layanan kesehatan yang maksimal bagi rakyat. Sehingga dana tersebut bisa bermanfaat untuk membangun rumah sakit, puluhan ribu Puskesmas, Posyandu, hingga pelayanan kesehatan yang lain.

"Jika itu dilakukan, rakyat miskin yang rata-rata ada di pelosok akan bahagia menikmati kemudahan akses layanan kesehatan tersebut. Selama ini, terobosan itu belum terlihat," paparnya.