SUMENEP, MaduraPost - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesa (DPD KNPI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lagi-lagi soroti kekayaan migas di Kota Keris.
Pasalnya, hingga saat ini sumenep" class="inline-tag-link">DPD KNPI Sumenep menilai kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan rakyat itu sering dilaksanakan SKK Migas bersama KKKS seolah terkesan formalitas yang menyebabkan gugurnya kewajiban.
"Selebihnya tak ada dampak apa-apa. Makanya ketika Sumenep disebut miskin , publik tidak percaya. Karena Sumenep lumbung migas,” kata Syaiful Harir, Ketua sumenep" class="inline-tag-link">DPD KNPI Sumenep, saat bincang-bincang santai dengan pewarta, Kamis (11/11).
Pria yang akrab disapa Ayink ini menegaskan, kekayaan alam Sumenep hanya dieksplorasi, yang dampaknya tak pernah terlihat.
Menurutnya, adanya migas yang mencapai hingga PI 10 persen itu harusnya betul-betul digunakan untuk kepentingan masyarakat.