Sebab itu, menyebabkan air sungai di Sumber Lembung tempat PATM berada meluap dan menyebabkan dampak kerusakan yang cukup parah pada sebagian bangunan PATM yang terletak di Dusun Galuguran tersebut.

Mohammad Bahar, warga desa setempat menjelaskan, setiap musim hujan, banjir bandang selalu terjadi di desanya. Sebaliknya, jika musim kemarau tiba maka warga masyarakat di Desa Lebbeng Barat akan kesulitan air.

Begitu juga dengan sejumlah desa di sekitar Lebbeng Barat, seperti Lebbeng Timur, Parancak dan Motorna juga mengalami keadaan serupa.

Namun, sejumlah pihak menyatakan penilaian berbeda. Penggiat kebijakan publik Investment and Asset Studies (Invasus), Lukas Jebaru menganggap, kerusakan yang menimbulkan kegagalan bangunan infrastruktur sumber daya air berkapasitas 72.000 liter per 59 detik dan menelan dana pembangunan APBD Kabupaten Sumenep TA 2020 sebesar Rp 4,9 miliar itu adalah fakta.