"Jadi kami pun harus menebus pupuk subsidi pemerintah itu dengan harga diatas HET mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp110 ribu per sak. Karena petani butuh, meskipun mahal ya tetap dibeli," tegasnya.

Saya berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi terkait mahalnya pupuk subsidi. Jika tidak, maka nasib petani semakin merana di tengah Pandemi Covid-19.

Para petani menduga ada permainan dalam distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah. Karena pupuk bersubsidi beredar bebas di toko yang bukan kios resmi.

"Harus ada pengawasan lebih serius agar tidak dijual dengan harga yang melebihi dari ketetapan pemerintah," tandasnya.