“Setiap Rp1 rupiah pun di Bank Jatim, itu ada hitungan dan rekapannya,” kata Kama.

Ia berpendapat penetapan tersangka terhadap pihak mitra belum menyentuh seluruh pihak yang semestinya dimintai pertanggungjawaban.

“Kok bisa langsung ditimpakan ke orang luar yang hanya bermitra menggunakan mesin EDC dari Bank Jatim,” ucapnya.

Bahkan, ia menduga ada peran internal yang belum sepenuhnya diungkap.