“Lingkungan hidup adalah hak generasi hari ini dan masa depan. Kalau pembangunan hanya mengejar ekonomi, maka yang dikorbankan adalah kemanusiaan,” katanya.

Faishol juga mendorong pemuda dan mahasiswa agar tidak pasif dalam menyikapi kebijakan publik. Ia menilai, peran aktif generasi muda sangat dibutuhkan dalam menjaga arah kebangsaan agar tetap berpijak pada nilai ilmiah dan keadilan sosial.

"Merawat kebangsaan itu butuh partisipasi, kerja nyata, dan keberanian untuk berpikir kritis berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Sosialisasi ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, keresahan, serta pengalaman mereka terkait isu toleransi, persatuan, dan tantangan kebangsaan di tengah arus digitalisasi.

Dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi, dan Slamet Hidayat, turut mendampingi jalannya kegiatan.