Pemateri pertama, Moh. Thoha, mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi tidak boleh menjauhkan manusia dari nilai-nilai dasarnya.
Ia menilai, kecanggihan kecerdasan buatan memang mampu menggantikan banyak peran teknis, namun tidak dapat mengambil alih dimensi moral manusia.
“Ilmu pengetahuan hari ini bisa dicari di mana saja, bahkan digantikan oleh AI. Tapi komitmen dan tanggung jawab sebagai manusia dan warga negara tidak bisa digantikan oleh apa pun,” kata Thoha, Senin (22/12).
Ia juga menegaskan, bahwa semangat persatuan telah mengakar kuat jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara merdeka.