Lorong pasar ini sempit, namun langkah orang-orang yang melintasinya tak pernah melambat. Ibu-ibu berkerudung warna-warni menenteng kantong belanja, sebagian berhenti sejenak untuk menyapa tetangga.

Sesekali, pedagang menawarkan barang dagangannya dengan suara lirih namun penuh keyakinan. Di sela keramaian, motor-motor merayap pelan, berusaha mencari celah di antara kaki-kaki yang hilir mudik.

Bangunan di sekitar pasar berdiri rapat, dengan cat yang mulai pudar. Papan nama toko sederhana tergantung miring, menawarkan segala kebutuhan harian: mulai dari sayuran segar, ikan laut, hingga bumbu tradisional.

Sinar matahari pagi menembus celah atap, menciptakan semburat cahaya yang menimpa wajah-wajah para pedagang membuat kelelahan mereka seolah tersamarkan oleh semangat.