FEATURES, MaduraPost - Fajar baru saja menyapu langit Sumenep ketika denyut kehidupan mulai berdetak di lorong sempit di belakang Masjid Jamik.
Pasar ini tak punya nama resmi, namun setiap orang di Kelurahan Bangselok tahu ke mana harus melangkah jika ingin merasakan riuh yang hangat dan aroma khas pagi hari.
Dari sudut masjid yang megah, suara adzan subuh perlahan berganti dengan lantunan sapaan para pedagang.
Tangan-tangan cekatan menata sayur, menakar beras, mengikat daun bawang. Aroma bumbu dapur bercampur gurih santan, dan wangi kue basah menggoda penciuman siapa pun yang lewat.
Di tepi jalan, sebuah gerobak sederhana menjadi pusat perhatian. Penjualnya tersenyum ramah, mengaduk panci besar, memastikan setiap mangkuk yang keluar hangat dan penuh rasa.