Namun pernyataan itu justru menambah kekecewaan Jailani, yang merasa PLN seolah cuci tangan dari kerugian yang dialaminya.

Ia mendesak Sumenep" class="inline-tag-link">PLN Sumenep membuka status kepegawaian seorang oknum bernama Dani, yang selama ini mengaku sebagai petugas resmi saat memasang maupun mencabut KWH meter.

“Saya hanya ingin kejelasan. Jangan sampai warga lain juga kena seperti ini,” tegasnya.***