Zaini kembali dibuat pusing atas pernyataan dari keluarga besar sang istri. Akhirnya, ia memutuskan kembali ke rumahnya di Desa Soddara sebelum berangkat ke Kalimantan Utara.
"Jadi saya bilang, menegaskan kepada mertua saya itu. Saya mohon pamit untuk jemput anak. Saya titip sementara istri di rumah ini," kata Zaini sebelum berangkat ke Kalimantan Utara.
Di Desa Soddara, ia bermusyawarah dengan sanak famili untuk mencari solusi atas kisruh rumah tangganya itu. Hasil dari musyawarah itu, Zaini menyuruh bibiknya dan sepupunya untuk mengantar sejumlah uang, emas, ATM, dan handphone kepada Makkiyah.
Pertama, uang tersebut untuk nafkah istri selama ia berada di Kalimantan Utara. Kedua, handphone untuk komunikasi selama mereka berjauhan. Lalu ketiga, ATM sebagai alat transaksi ketika Zaini hendak mengirim uang kepada sang istri. Semua itu dilakukan Zaini karena ia tak ingin kehilangan istri tercintanya.