Zaini yang awalnya menganggap itu hanya kepulangan sementara, mulai merasa ada kejanggalan. Ketika anak mereka yang tinggal di Kota Tarakan jatuh sakit dan terus menangis karena rindu orang tuanya, Zaini berniat kembali ke Kalimantan Utara. Namun, Makkiyah menolak dengan alasan belum selesai mengurus keberangkatan umrah kakek dan neneknya.
"Saya sempat bingung, di satu sisi anak saya sakit dan butuh orang tuanya, di sisi lain istri saya menolak kembali ke Tarakan," ujar Zaini.
Keputusan Zaini untuk kembali sendiri ke Tarakan justru berujung pada konflik dengan keluarga istrinya. Ayah mertuanya, Abd. Halik, serta kakeknya, H. Hasan, disebut-sebut mengancam Zaini agar segera menceraikan Makkiyah.
"Kalau tidak menjatuhkan talak, saya diancam akan dipukul dan dipatahkan kakinya," katanya mengingat kejadian itu.
Istri Menikah Lagi, Suami Terluka