Singkat cerita, bibik dan sepupu Zaini datang ke rumah Makkiyah di Desa Rajun. Saat itu, istri Zaini hanya menemui mereka sebentar.
"Istri saya hanya menggelar tikar dan mempersilakan masuk bibik dan sepupu saya. Di sana, mereka ditemui oleh ibu mertua tiri dan adik ipar. Sementara istri saya masuk ke dalam rumah dan tidak keluar lagi. Saat ditanyakan oleh bibik, ibu mertua jawab istri sedang keluar jenguk orang sakit, tetapi kata bibik dia nggak ada keluar dari rumah usai menggelar tikar tadi," kata Zaini menirukan perkataan bibinya itu.
Karena tidak ada hasil, bibik dan sepupu Zaini akhirnya pulang ke Desa Soddara dan tak jadi menyerahkan nafkah yang dititipkan oleh Zaini.
Sebelum bibiknya pulang, Zaini sempat menelepon adik iparnya, tapi tak digubris. Padahal, Zaini bermaksud memberitahukan kepentingannya kepada Makkiyah, bahwa dirinya ingin memberikan bekal nafkah kepada istrinya selama ia berada di Kalimantan.
Sebelum memutuskan untuk berangkat menjenguk anaknya yang sedang sakit di Kalimantan Utara, Zaini sebenarnya sempat menunggu niat baik sang istri selama tiga hari.