Sebelumnya, Rifki telah melakukan upaya pengaduan kepada salah seorang staf Bank Mandiri Sumenep, inisial L.

Dari staf tersebut, Rifki mengaku dapat jawaban berupa fakta lain, bahwa terdapat beberapa korban dari kasus yang sama dengan dirinya dan masih belum ada jalan keluar dari Bank Mandiri untuk mengatasi keluhan tersebut.

"Badha keya, badha keya se ecapo' Rp2,5 juta, anona na'-kana' teller keya, pas nasabah se eyano keya, (Ada juga, ada juga yang kena Rp 2,5 juta. Ininya anak teller juga, terus nasabah di mana sudah itu juga, red). Kata dia begitu. Saya pastikan lagi, itu korban seperti saya, dan dia bilang iya. Saya ada kok rekamannya," beber Rifki menirukan apa yang disampaikan staf tersebut.

Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Bank Mandiri Sumenep maupun pusat.***