"Tersangka malah mendorong korban dan setelah itu melakukan hubungan intim," kata Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso, dalam konferensi pers, Senin (23/9).

Kemudian, pada tanggal 5 September 2023, korban pergi ke Puskesmas Batang-Batang karena merasa sakit perut.

Setelah pemeriksaan, hasil tes urine menunjukkan bahwa ia positif hamil. Korban kemudian melahirkan seorang bayi perempuan, namun sayangnya, beberapa menit setelah lahir, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di Puskesmas.

Dalam kasus ini, pelaku menjadi buronan polisi usai dilaporkan oleh pihak keluarganya sendiri.