Menurutnya, di Madura khususnya Kabupaten Sumenep, masalah lingkungan, ekologi, termasuk agraria ke depan akan semakin parah.

"Semua itu juga menjadi bagian kita untuk bersama-sama mengawal bagaimana lingkungan itu memberikan dampak yang baik bagi penghuninya termasuk generasi masa depan," kata Kiai Dardiri usai doa bersama, Kamis (20/4) malam.

Kiai Dardiri juga ikut andil menyikapi masalah pembangunan tambak di pesisir pantai yang ditolak warga Gersik Putih. Sebab itu pihaknya menyampaikan tiga pesan.

Pertama, ia meminta semua warga Desa Gersik Putih agar menahan diri sehingga Ramadan dan lebaran bisa dilalui dengan tenang dan damai begitupun kehidupan pasca lebaran dan pada masa-masa selanjutnya.

"Masih banyak jalan yang bisa kita lakukan, salah satunya adalah musyawarah," kata Kiai yang istiqamah mengawal masalah agraria tersebut.