Di samping itu pembangunan tambak garam tersebut juga dinilai akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar terutama Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih.
Hal itu terbukti, di mana pengalaman buruk tersebut sudah terjadi pada pembangunan tambak sebelumnya yang dinilai mencemari lingkungan kampung.
”Dan tidak hanya itu, dari hasil kajian kami air laut bisa naik ke daratan kampung karena pembuangan air sungai ketika hujan dari ujung dan ditambah air pasang semakin sempit pembuangannya,” tegas dia.
Hingga saat ini Warga Kampung Tapakerbau menyatakan akan terus melakukan berbagai upaya untuk menolak rencana pembangunan tambak tersebut.