Namun karena upaya warga untuk menolak, akhirnya digagalkan. Namun, saat ini justru kembali direncanakan dengan memanfaatkan beberapa warga lokal yang memiliki peranan penting.
”Sekarang justru orang yang dulu juga menolak, malah menjadi bagian untuk melakukan penggarapan,” sesal Siddik.
Dia mengatakan, bagi warga Tapakerbau tidak ada ruang untuk bernegosiasi dalam rencana penggarapan lahan di pesisir pantai.
Sebab, kawasan tersebut merupakan tempat bagi nelayan lokal untuk mencari penghidupan dengan menangkap ikan.
”Disitu jantung kehidupan masyarakat nelayan. Tidak hanya warga Tapakerbau yang mencari ikan rajungan, udang dan sebaginya disana, tapi dari desa desa sekitar juga,” tegas Siddik.