"Kami bukan orang bodoh, bisa dicek sendiri videonya. Masyarakat malahan dikibulin dengan video tandingan perempuan yang mengaku korban mau dibegal Herman," kata Diyah menegaskan.

Pihaknya mengaku akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan, dirinya telah berkomunikasi dengan seluruh BEM Nusantara agar bergerak dengan seruan moral tentang kasus yang menimpa Herman.

"Saya sudah mengkonsolidasi ke BEM se-Indonesia untuk turut serta mengkampanyekan dalam bentuk dukungan, supaya kasus ini di usut hingga tuntas," jelasnya.

Tak muluk-muluk, mahasiswa pasca sarjana yang tengah melakukan penelitian di Madura bertema 'Gerakan Perempuan di Madura Raya' itu meminta agar Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya mengklarifikasi dan mengakui bahwa itu adalah tindakan yang salah secara hukum, menembak sampai menghilangkan nyawa seseorang.

"Kapolres Sumenep harus berani mengatakan bahwa Herman bukanlah seorang begal, karena itu tidak terbukti secara hukum," ujar Diyah.