SUMENEP, MaduraPost - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belakangan diterpa itu tak sedap.
Di mana, Sumenep" class="inline-tag-link">DPMD Sumenep disinyalir menjadi 'biang kerok' dari program Benchmarking to Best Practice atau bimbingan teknis (bimtek) yang terlaksana di Kota Bandung, Jawa Barat.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Sumenep" class="inline-tag-link">DPMD Sumenep dengan Nomor 400.2.2/379/112.2/2024 tanggal 14 Juli 2024, seluruh kepala desa (kades) diminta untuk ikut serta dalam studi banding itu.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta wawasan kades dan pengembangan potensi desa.
Namun nyatanya, banyak pihak yang menyoroti program tersebut hingga menuai kontroversi. Parahnya, sejumlah kades ada yang ragu dan tak setuju progam ini terlaksana.