PAMEKASAN, MaduraPost - Tak lekang waktu, persoalan demi persoalan selama 3 tahun terakhir ini di Kabupaten Pamekasan bak pertunjukan Senema Laga berseri, dimana dalam setiap epesodenya kian menimbulkan reaksi dan aksi demonstrasi serta perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat setempat.

Diantaranya persoalan kebijakan yang tidak pro rakyat, carutnya politik di Kabupaten Pamekasan maupun isu persoalan terjadinya dugaan tindak pidana yang diduga telah melibatkan Pimpinan Dinas, Bupati Baddrut Tamam dan anggota DPRD Pamekasan.

Kali ini, beberapa elemen masyarakat di Pamekasan kembali dibuat kaget dan tercengang dengan tersebarnya tulisan terbuka dari mantan Kader Partai PKB DPC Pamekasan A'isyatul As'adiyah Shidqie yang diposting lewat akun Facebooknya, pada (13/2) kemaren.

​Dimana dalam tulisan terbukanya itu, Neng Diyah (akrab dikenal) selain memohon dan meminta adanya tindakan tegas dari Bupati Baddrut Tamam dalam kasus Yayasan Ponpes dan Masjid Al-Huda Sumber Nangka, Neng Diyah juga ungkap adanya dugaan kader PKB DPC Pamekasan dan beberapa orang lainnya yang jadi eksekutor dalam kasus tersebut serta pencemar nama baiknya.

Kemudian, dalam postingan akun Facebooknya yang viral itu Putri Alm KH. As'ad Syamsul Arifin tersebut juga nampaknya menduga adanya tindakan sengaja atau pembiaran dari Bupati Baddrut Tamam dalam pembantaian Al-Huda yang diduga dilakukan oleh para eksekutor yang pada dasarnya dari internal partai PKB tersebut.