"Kami sekeluarga selama ini tidak pernah mendapatkan masker dari pihak desa, dan saya tidak pernah tahu menahu kalau ternyata ada masker gratis dari desa, dan sampai saat ini sepertinya banyak tetangga yang mengeluh kesulitan mendapatkan masker, terutama pada saat bepergian," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, beberapa waktu terakhir ini ada yang memberi tahu atau menginformasikan terhadap dirinya, kalau ternyata ada beberapa program kegiatan yang bersumber dari DD/ADD tahun anggaran 2020 di desanya itu diduga kuat ada penyelewengan.
"Sebab, sampai saat ini saya dan tentunya beberapa masyarakat yang lain tidak pernah merasakan atau mengetahui dengan jelas wujud dari realisasi anggaran tersebut. Sehingga, saya sebagai warga tidak salah menduga ada penyimpangan dalam realisasinya," kata Achmad kepada Media ini.
Oleh karena itu, pihaknya meminta dan memohon kepada pihak media ini dan juga kepada LSM FAAM Pamekasan untuk segera menindaklanjuti lebih jauh beberapa dugaan yang dikeluhkannya itu.