"Kalau oknum petugasnya kami sudah tahu orangnya, kan memang ada jadwalnya. Yang kami gali kebenaran informasinya, apakah oknum itu melakukan hal seperti itu atau tidak," jelas dia.

Sayangnya, belum bisa dipastikan kapan proses penelusuran terhadap oknum perawat tersebut final. Sebab, kata Arman, informasi tersebut masih didalami.

Secara kronologis, Arman menceritakan, pada hari yang bersamaan, saat ibu Nur Maningsih melahirkan, belum ada pasien yang melahirkan lagi di RSUDMA Sumenep.

"Jadi tidak mungkin bayinya tertukar, kan cuma satu bayi itu yang melahirkan di hari itu, tidak ada bayi lain. Kemudian bayi itu diberi tanda gelang, dan orang tuanya tahu kalau sudah diberi tanda gelang," ucapnya bercerita.