SUMENEP, MaduraPost - Kian hari, perkembangan kasus pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, mulai memiliki sudut pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut timbul dari rasa iba masyarakat.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir, mengaku bahwa saat ini masyarakat sudah mulai tidak percaya dengan adanya virus Corona.
Hamid menilai, ditandai dengan semakin berkurangnya tingkat kedisiplinan warga dalam mentaati protokol kesehatan (Prokes), menyebabkan kasus penyebaran Covid-19+di+Sumenep" class="inline-tag-link">Covid-19 di Sumenep tambah menjadi-jadi saja.
Data terakhir tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, yang dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam akun resminya disebutkan, peta sebaran Covid-19 tertanggal 28 Desember 2020 kemarin, kasus terkonfirmasi mencapai 1130.
Dilanjutkan dengan suspek mencapai 23 kasus, terkonfirmasi selesai isolasi 858, dan terkonfirmasi meninggal mencapai 70. Diuraikan, dari 27 Kecamatan yang ada, 10 Kecamatan berstatus zona oranye, 7 zona hijau, 9 zona kuning, dan 1 zona merah.