“Ya nanti kita akan chek, kalau memang almarhum ini belum mendapatkan bantuan, kita akan bantu,” kata Fauzi.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah belum menerima pengaduan dari keluarga mengenai persoalan tersebut. Meski begitu, ia menyatakan akan mempertimbangkan pemberian santunan setelah memastikan kondisi keluarga korban.

“Dari kemarin itu belum ada pengaduan ke pemerintah daerah... nanti aku berikan santunan, mungkin besok,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Fauzi menyatakan Dinkes P2KB Sumenep akan bergerak untuk memeriksa persoalan yang terjadi di RS BHC.

“Hari ini Dinkes P2KB Sumenep dipastikan akan bergerak,” kata Fauzi.

Bupati Fauzi juga berjanji akan mendatangi keluarga korban pada Jumat (23/10/2026), setelah memberikan pernyataan kepada wartawan sehari sebelumnya.

Namun, hingga perkembangan yang dihimpun dalam laporan ini, belum ada keterangan lanjutan yang dapat memastikan hasil kunjungan tersebut maupun perkembangan konkret pemeriksaan yang dijanjikan.

Pemerintah daerah tentu memiliki ruang untuk membantu keluarga yang sedang berduka. Namun, santunan dan pemeriksaan pelayanan medis merupakan dua hal berbeda.

Bantuan kepada keluarga tidak dengan sendirinya menjawab pertanyaan tentang penanganan pasien, sebagaimana klaim perdamaian juga tidak otomatis menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.