Meski demikian, Nur Insan mengaku belum mengetahui secara pasti apakah tim tersebut telah resmi dibentuk. Ia menyebut kunjungan ke RS BHC direncanakan berlangsung pada pekan berikutnya.
“Rencana kunjungan ke RS BHC itu minggu depan, kan ini rencana, bisa cepat bisa saja minggu depan. Tapi setahu saya insyaallah minggu depan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rencana pemeriksaan memang telah disampaikan oleh jajaran dinas. Akan tetapi, publik masih membutuhkan perkembangan yang lebih konkret.
Apakah tim sudah terbentuk, kapan pemeriksaan dilakukan, apa saja yang akan diperiksa, serta bagaimana hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat.
Di tengah penantian itu, upaya konfirmasi wartawan kepada manajemen RS BHC dan Dinkes P2KB Sumenep pada Senin pagi belum memperoleh tanggapan.
Dengan demikian, belum ada penjelasan baru dari kedua pihak mengenai perkembangan klaim perdamaian maupun pelaksanaan pemeriksaan.
Sikap diam tersebut tidak otomatis membuktikan adanya kesalahan. Namun, ketika sebuah persoalan menyangkut kematian pasien dan menyisakan pertanyaan dari keluarga, keterbukaan menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pelayanan publik.
Rumah sakit perlu memberikan penjelasan atas klaim yang telah disampaikannya, sementara dinas kesehatan perlu memastikan bahwa rencana pemeriksaan tidak berhenti sebagai pernyataan.
Sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Pernyataan itu disampaikan seusai apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Kamis (22/10/2026) pagi.