SUMENEP, MaduraPost - Keberadaan Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan.
Meski pembangunannya telah selesai dan diresmikan sejak beberapa tahun silam, dua infrastruktur yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu hingga kini belum beroperasi secara maksimal.
Anggota DPRD Sumenep, Juhari, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang menghambat operasional kedua pelabuhan tersebut.
"Pemprov Jatim harus serius menangani Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang agar segera dapat dipergunakan sebagaimana mestinya," kata Juhari, Senin (29/6).
Legislator dari Fraksi PPP itu menegaskan, Pelabuhan Dungkek maupun Pelabuhan Gili Iyang memiliki fungsi penting sebagai akses transportasi antarpulau sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat kepulauan.
Bahkan sejak awal, Pelabuhan Dungkek dirancang sebagai pelabuhan yang memiliki cakupan pelayanan berskala nasional.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga harus terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar aset bernilai puluhan miliar rupiah tersebut tidak terus dibiarkan tanpa manfaat bagi masyarakat.
"Dua pelabuhan ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, Pemprov harus benar-benar menyelesaikan berbagai persoalan agar pelabuhan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat," tegasnya.
Juhari mengaku heran karena hingga kini kedua pelabuhan tersebut belum juga difungsikan, padahal pembangunan fisiknya telah lama selesai.
Apabila kendalanya berada pada aspek teknis, seperti ukuran dermaga yang belum memadai, ia menilai pemerintah harus segera melakukan penyempurnaan.
"Seharusnya sejak awal sudah ada perencanaan yang matang. Kalau memang panjang dermaga masih kurang, ya harus ditambah agar pelabuhan itu benar-benar bisa beroperasi," ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan belum optimalnya Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang hampir selalu menjadi pembahasan dalam rapat-rapat DPRD Sumenep.
Seluruh fraksi, kata dia, secara konsisten meminta pemerintah segera menghadirkan solusi agar fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat.
"Dalam setiap rapat pandangan umum, semua fraksi menyampaikan persoalan ini. Bupati Sumenep juga siap berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar kedua pelabuhan di Kecamatan Dungkek segera diseriusi dan dapat dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Di akhir keterangannya, Juhari mengingatkan bahwa pembangunan dua pelabuhan tersebut bersumber dari dana publik.
Karena itu, ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan infrastruktur tersebut benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunannya.
"Ini menyangkut uang rakyat. Karena itu, Pemprov Jatim harus benar-benar serius agar Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang segera difungsikan sesuai tujuan pembangunannya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tukasnya.***