SUMENEP, MaduraPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadikan agenda pariwisata dan kebudayaan sebagai salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Upaya itu diwujudkan dengan membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang masuk dalam Kalender Event Sumenep 2026.

Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), pemerintah daerah telah merancang 110 kegiatan selama 2026. Agenda tersebut meliputi berbagai kegiatan budaya, pariwisata, olahraga, serta aktivitas kepemudaan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, menegaskan bahwa UMKM menjadi bagian penting dalam pelaksanaan setiap agenda tersebut. Menurut dia, kegiatan pemerintah tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan hiburan, tetapi juga harus memberi dampak terhadap perekonomian warga.

"Setiap giat kalender event kita pasti libatkan pelaku UMKM. Itu sudah jadi komitmen kami," kata Faruq Hanafi, Kamis (13/8).

Faruq mengatakan, pelaku usaha yang mendapat prioritas dalam setiap kegiatan diupayakan berasal dari lingkungan sekitar lokasi acara. Dengan pola tersebut, aktivitas ekonomi yang muncul selama event diharapkan dapat langsung dinikmati masyarakat setempat.

Keterlibatan UMKM juga dinilai memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada pengunjung. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi produk lokal.

Menurut Faruq, keberadaan UMKM menjadi salah satu unsur yang diperhatikan dalam pelaksanaan Kalender Event 2026. Penentuan pelaku usaha pun disesuaikan dengan lokasi kegiatan yang berlangsung di berbagai kecamatan.

Ia berharap konsistensi menggandeng UMKM dapat menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.