SUMENEP, MaduraPost - Negara bukan milik mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Negara juga bukan hanya milik aparatur, legislator atau pejabat pemerintahan. Setiap warga memiliki ruang yang sama untuk mengambil bagian dalam perjalanan Indonesia.
Pesan itu disampaikan akademisi Mulyadi saat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura), MH Said Abdullah, di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).
Di hadapan pemuda dan mahasiswa, Mulyadi mengajak peserta mengubah cara pandang tentang kontribusi terhadap negara. Menurutnya, membangun Indonesia tidak selalu harus dimulai dari jabatan atau posisi tertentu.
“Negara ini tidak hanya miliknya pejabat, negara ini tidak hanya miliknya ASN, guru, siapa pun namanya. Tidak hanya miliknya anggota legislatif, tidak hanya miliknya mereka yang duduk di yudikatif. Negara ini milik kita bersama,” tegas Mulyadi, Senin (28/9).
Ia bahkan meminta peserta melihat profesi dari sisi manfaatnya bagi kehidupan bersama. Menjadi petani, pengusaha, pejabat publik maupun menjalani profesi lainnya sama-sama memiliki fungsi dalam kehidupan bernegara.
Mulyadi mencontohkan sektor pertanian. Menurutnya, keberadaan petani merupakan bagian penting dari keberlangsungan masyarakat, meski profesi tersebut kerap tidak ditempatkan dalam ukuran prestise.
“Kalau tidak ada petani, kita mau makan dari mana? Apa presiden hari ini kalau tidak ada yang mau bertani? Jadi semuanya sama,” ujarnya.
Dari titik itu, pembahasan kemudian mengarah pada posisi pemuda dalam kehidupan berbangsa. Mulyadi mengingatkan bahwa generasi muda memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, berkumpul dan berserikat sebagaimana dijamin konstitusi.
Namun, kebebasan tersebut menurutnya tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab.