PAMEKASAN – Video Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Miftahul Ulum Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, yang viral di media sosial memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Selain menyoroti menu makanan yang disajikan kepada siswa, beredar pula isu yang menyebut dapur penyedia MBG merupakan milik salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Pamekasan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Proppo Pangorayan, Thowilus Shidqi, membantah informasi yang beredar dan menegaskan bahwa dapur penyedia MBG di wilayahnya tidak dimiliki oleh pimpinan DPRD sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
"SPPG Proppo Pangorayan bukan milik salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Pamekasan. Operasional kami berada di bawah naungan Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Mubtadiin yang menjalankan pelayanan sesuai ketentuan Program Makan Bergizi Gratis," ujar Thowilus.
Ia berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan mengedepankan informasi yang telah terverifikasi.
"Kami berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi," katanya.
Selain meluruskan isu kepemilikan dapur, Thowilus juga memberikan penjelasan mengenai menu MBG yang menjadi sorotan dalam video viral tersebut.
Menurutnya, makanan yang dibagikan kepada siswa pada Jumat (19/6/2026) berupa kebab telah melalui perhitungan gizi sesuai standar yang ditetapkan.
"Menu yang kami distribusikan pada hari Jumat, 19 Juni 2026, yaitu menu kebab, sudah diperhitungkan nilai gizinya untuk memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) penerima manfaat oleh pengawas gizi," ungkapnya.
Ia menjelaskan, penyajian menu kebab merupakan bentuk variasi dalam Program MBG. Kebijakan tersebut diambil setelah pihak sekolah memberikan masukan agar menu yang diterima siswa tidak selalu sama.
"Kami mendapat masukan dari sekolah agar menu yang disajikan tidak monoton seperti ayam dan telur. Karena itu, kami menghadirkan variasi menu kebab agar penerima manfaat tidak merasa bosan," jelas Thowilus.
Menurutnya, setiap menu yang disiapkan tetap memperhatikan keseimbangan gizi dengan mengombinasikan sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan komponen pangan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah.
Dari sisi operasional, Thowilus memastikan dapur SPPG Proppo Pangorayan telah memenuhi berbagai persyaratan pendukung untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang diproduksi.
"Kami sudah memiliki Sertifikat Sanitasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), tenaga chef bersertifikat, serta seluruh relawan yang telah mengikuti pelatihan penjamah makanan," tuturnya.
Selain itu, dapur MBG tersebut juga didukung fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), alat pengering ompreng, serta water heater untuk menunjang kebersihan dan keamanan proses pengolahan makanan.
Di akhir keterangannya, Thowilus menyampaikan permohonan maaf apabila menu yang disajikan pada hari tersebut kurang diminati oleh sebagian penerima manfaat.
Ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis.
"Saya sebagai Kepala SPPG memohon maaf apabila menu yang kami sajikan kurang diminati oleh penerima manfaat. Kami akan terus berkomitmen melakukan evaluasi agar dapat memberikan pelayanan yang baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat," pungkasnya.