MALANG, MaduraPost - Purna tugas sering kali menjadi akhir dari sebuah perjalanan karier. Namun bagi dr. Nono Ifantono, masa pensiun justru menjadi penanda betapa besar jejak pengabdian yang telah ia tinggalkan selama puluhan tahun berkarya di dunia kesehatan.
Nama dr. Nono bukanlah sosok asing bagi masyarakat maupun kalangan tenaga kesehatan di Kabupaten Pamekasan, Madura. Selama mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas, visioner, inovatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelayanan kesehatan dan sumber daya manusia yang dipimpinnya.
Setelah resmi memasuki masa purna tugas pada tahun 2026 dan kembali menetap di kampung halamannya di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, rasa kehilangan mulai dirasakan oleh banyak pihak.
Tidak sedikit mantan rekan kerja, sahabat, hingga pegawai yang pernah berada di bawah kepemimpinannya mengaku merindukan sosok yang selama ini menjadi panutan sekaligus inspirasi dalam bekerja.
Kerinduan itu bahkan diwujudkan dengan mendatangi langsung kediamannya di Pujon. Silaturahmi tersebut menjadi momen melepas rindu sekaligus mengenang perjalanan panjang seorang pemimpin yang telah memberikan warna tersendiri bagi dunia kesehatan di Madura.
Lahir di Jember pada tahun 1963, dr. Nono menghabiskan sebagian besar masa pengabdiannya di Kabupaten Pamekasan. Sejak awal karier sebagai dokter pemerintah, ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas serta komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Perjalanan kariernya dimulai sebagai dokter di Puskesmas Batumarmar. Meski hanya bertugas sekitar satu tahun, masa pengabdian tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk karakter kepemimpinan dan profesionalismenya di kemudian hari.
Kepercayaan demi kepercayaan kemudian mengiringi langkahnya. Ia ditunjuk sebagai Kepala Puskesmas Tampojung dan mengemban amanah tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Di tempat itu, berbagai pembenahan serta inovasi pelayanan berhasil diwujudkan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kariernya terus berkembang ketika dipercaya memimpin Puskesmas Pasean selama enam tahun. Di bawah kepemimpinannya, berbagai kemajuan berhasil dicapai, baik dalam aspek pelayanan kesehatan maupun tata kelola organisasi.