Bagi para pegawai yang pernah bekerja bersamanya, dr. Nono dikenal sebagai figur pemimpin yang memiliki karakter kuat. Ia tegas dalam menjalankan aturan, namun tetap terbuka terhadap berbagai gagasan dan pembaruan. Keberaniannya mengambil keputusan kerap menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan institusi yang dipimpinnya.

Di balik ketegasan tersebut, tersimpan sosok yang humanis dan dekat dengan para pegawai. Ia tidak membangun sekat dengan bawahannya, melainkan menciptakan suasana kerja yang harmonis, hangat, dan penuh kekeluargaan. Sikap itulah yang membuat dirinya tidak hanya dihormati, tetapi juga dicintai oleh banyak orang.

Puncak pengabdiannya terjadi ketika dipercaya memimpin RS Mohammad Noer Pamekasan sebagai direktur. Jabatan strategis tersebut diembannya selama kurang lebih tujuh tahun hingga memasuki masa purna tugas pada 2026.

Selama memimpin rumah sakit, berbagai langkah penguatan layanan kesehatan terus dilakukan. Beragam program pembenahan dan peningkatan mutu pelayanan dijalankan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Kepemimpinannya dinilai mampu membawa perubahan positif serta memperkuat peran rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan di wilayah Madura.

Puluhan tahun pengabdian yang dijalani dengan penuh dedikasi menjadikan dr. Nono sebagai figur yang meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Bukan hanya karena jabatan yang pernah diembannya, melainkan karena keteladanan, integritas, serta kepeduliannya terhadap sesama.

Kini, setelah kembali ke kampung halamannya di Pujon, dr. Nono menikmati masa purna tugas bersama keluarga. Namun bagi banyak orang yang pernah mengenalnya, sosoknya tetap hidup dalam kenangan sebagai pemimpin yang tidak hanya memimpin dengan kewenangan, tetapi juga dengan hati.

Jejak pengabdian itu mungkin telah berakhir secara administratif, tetapi nilai-nilai yang ditinggalkannya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus di dunia kesehatan.***