Kondisi itu dinilai ikut mendorong peningkatan awareness produk sekaligus membuka akses pasar di berbagai daerah.
Untuk menjaga ritme operasional tetap stabil, perusahaan juga membentuk divisi baru bernama Makayasa Control System (MCS).
Unit ini bertugas mengawasi sektor distribusi, keuangan, hingga aktivitas operasional di lapangan agar ekspansi berjalan lebih terukur.
Selain itu, dibentuk pula Satuan Kendali Senyap Makayasa (SKSM) yang memiliki fungsi memantau pergerakan distribusi, melakukan validasi wilayah, serta mendeteksi potensi hambatan operasional.
Owner Makayasa, H. Supriyadi atau yang dikenal sebagai H. Adi Makayasa menegaskan bahwa penguatan distribusi menjadi fondasi penting dalam membangun pasar jangka panjang.
“Makayasa tidak hanya membangun penjualan. Kami sedang membangun jaringan, jalur distribusi hidup, dan kekuatan market berkelanjutan,” ujar H. Adi, Jumat (22/5).
Ia juga memastikan ekspansi berikutnya akan diarahkan ke wilayah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro setelah kawasan Tapal Kuda mulai terbentuk.
“Semua ini baru permulaan. Kami ingin membawa Makayasa berkembang lebih luas dengan semangat Dari Desa Untuk Dunia,” tukasnya.***