Meski disebut sebagai “bos” oleh kreator konten tersebut, Holil justru merendah dan menolak dipanggil demikian.

“Bukan bos, biasa aja,” kata Holil singkat.

Holil menjelaskan, bisnis restoran itu dibangun bersama keluarga dan sahabat dekatnya. Ia mengaku sengaja melibatkan adik, sahabat, hingga istrinya karena menyadari usia yang sudah tidak muda lagi.

“Awalnya main point-nya saya sama istri. Karena saya sadar usia sudah tua, jadi saya ajak adik, best friend-nya dia, termasuk istri saya,” ungkapnya.

Restoran Griddle & Rice kini dikenal sebagai salah satu restoran makanan Indonesia yang cukup populer di Amerika. Pengunjungnya datang dari berbagai wilayah, termasuk New York hingga Delaware.

Di sela perbincangan, Holil juga menegaskan dirinya tetap bangga sebagai orang Madura asli Bangkalan. Ia bahkan masih fasih menggunakan logat Madura saat berbicara.

Holil menceritakan, dirinya lahir di Madura sebelum akhirnya pindah ke Jakarta mengikuti orang tua setelah lulus sekolah dasar. Meski telah tinggal di Amerika selama 25 tahun, ia mengaku tidak pernah melupakan tanah kelahirannya.

“Saya masih punya rumah di Madura sampai sekarang. Setiap ada undangan keluarga atau tetangga menikah, saya pasti pulang,” tuturnya.

“Meskipun saya di sini sudah 25 tahun, tapi saya masih memiliki rumah di Madura hingga saat ini,” imbuhnya.