Berdasarkan keterangan nasabah, struktur manajemen di Amartha Sumenep diisi oleh Dimas Fikri sebagai Atasan Manajer (HM) dan Rino selaku Bisnis Manajer (BM) atau pimpinan cabang.

TR menuturkan, saat dikonfirmasi terkait tunggakan tersebut, pihak cabang menyampaikan kemungkinan terjadi gangguan sistem.

“Rino dan A ini malah menyampaikan sudah ditransaksikan dan mungkin itu eror dari aplikasinya, tapi setelah kami minta bukti langsung dari data langsung dari kantor, Rino beralasan aplikasi sistemnya lagi eror,” ujar TR.

Sebagian nasabah juga menilai penanganan persoalan ini terkesan lamban. Mereka menduga A mendapatkan perlakuan khusus sehingga persoalan tidak segera dituntaskan.

Dikonfirmasi terpisah, Dimas Fikri memilih tidak memberikan keterangan rinci dan mengarahkan awak media untuk meminta penjelasan kepada pimpinan cabang.

“Saya arahkan ke pimpinan cabangnya ya,” ucapnya melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Rino membenarkan adanya kesalahpahaman antara nasabah dan petugas lapangan. Namun ia menegaskan persoalan tersebut telah ditangani dan kondisi kini telah normal kembali.

“Tapi sudah dinormalkan. Itu ceritanya memang dari nasabahnya yang ada kekurangan pembayaran,” kata Rino.

Ia menyebut pihaknya telah melakukan pendampingan serta penelusuran terhadap data pembayaran nasabah.