"Saya juga sudah tindaklanjuti, dan itu sudah kembali normal. Setiap hari saya melakukan kunjungan kepada nasabah ketika berkenaan dengan angsuran,” ujarnya.

Rino menambahkan, proses investigasi internal masih berjalan untuk memastikan tidak ada kendala lanjutan.

“Tapi dipastikan Minggu sudah selesai,” katanya.

Terkait dugaan setoran yang tidak disetorkan oleh petugas, manajemen membantah tudingan tersebut. Menurutnya, kendala terjadi akibat kekurangan pembayaran serta gangguan sistem.

“Kemarin itu kendalanya adanya kekurangan pembayaran dan ada kendala sistem dan dari mitranya,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh transaksi telah dinormalisasi melalui aplikasi By Amartha. Manajemen juga mengimbau nasabah melakukan transaksi secara mandiri guna meminimalkan potensi kekeliruan.

“Karena ada mitra yang melakukan transaksi sendiri tapi dananya kecantol dalam artian masih pending di aplikasi itu. Nah, si nasabah sudah konfirmasi duluan ke kita, padahal sudah masuk,” paparnya.

Rino menegaskan tidak ada dana nasabah yang digelapkan.

“Kalau untuk nasabah yang bilang uang yang disetorkan ke A tapi belum disetorkan, itu tidak mungkin. Pastinya sudah disetorkan ke perusahaan. Itu sudah terinput kan semua. Itu bisa dicek di nasabah masing-masing. Bisa juga dicek di ketua kelompoknya,” tegasnya.