Hasan Fajri, seorang juru kunci makam, menjelaskan bahwa gaya arsitektur dan seni ukir di makam ini mencerminkan pengaruh Hindu, Buddha, dan Islam, menjadi bukti dari pluralitas budaya yang pernah ada di Madura.

Namun, di balik keindahan seni dan arsitektur, makam Airmata juga menghadirkan sebuah legenda yang menggetarkan hati.

Kisah tentang Sarifah Ambami yang bertapa dengan harapan agar keturunannya menjadi pemimpin di Madura, menjadi cerminan dari keimanan dan harapan yang terukir di setiap batu nisan.

Dalam legenda tersebut, Sarifah Ambami memohon kepada Tuhan agar permintaannya untuk keturunan menjadi pemimpin di Madura dikabulkan.

Namun, ketika permintaannya hanya terpaku pada tujuh turunan, suaminya yang marah meminta agar keturunannya selamanya menjadi pemimpin.