"Karena saya bulan lalu tunai, semua tunai, pas ada yang bilang, kenapa dikasih ini, saya butuh beras, dan akhirnya ada yang tunai dan ada yang beras," paparnya.
Kemudian ia mengakui bahwa bulan-bulan yang lalu disalurkan dalam bentuk sembako bukan uang tunai.
"Iya, bulan-bulan sebelumnya memang sembako," imbuhnya.
Ditanya tentang regulasi yang mengatur harus dalam bentuk uang tunai, ia menjawab sudah mengetahui itu.
"Tergantung KPM, kalau mau sembako, saya sembako, kalau mau tunai, saya tunaikan," sambungnya.
Sementara Petugas Keagenan BNI Pamekasan Vega mengaku akan menfollow-up hal tersebut.
"Saya akan crosscheck ke lokasi, karena itu aslinya free, artinya diuangkan, dan kalau itu benar, ada penyaluran dengan sembako, maka akan saya koordinasikan dengan pendamping Dinsos bagaimana jalan keluarnya," tuturnya.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat mengatakan bahwa penyaluran di Desa Srambah sudah berbentuk uang melalui rekening masing-masing KPM.
"Kalau berbentuk sembako kemungkinan sudah kesepakatan mereka, KPM boleh menolak dan dapat diambil uangnya," jelasnya.