Atau, mungkinkah para jurnalis di Sumenep tergerak untuk bangkit dari lumpuhnya sikap kritis mereka? Jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk mengedukasi, menginformasikan, dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan transparansi.

Bagi media di Sumenep, inilah saatnya untuk berbenah. Kerja sama dengan pemerintah bisa tetap dijalankan tanpa harus mengorbankan independensi.

Karya jurnalistik yang sejati adalah yang mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat, mengungkap fakta, dan menyoroti kekurangan pemerintah demi kemajuan bersama.

Jika jurnalis terus terperangkap dalam lingkaran kompromi demi 'keamanan' posisi mereka, lalu siapa yang akan menjadi pengawas kebijakan dan pembangunan di Sumenep?