Pendidikan tidak hanya menuntut siswa, untuk berkembang tetapi antara guru dan siswa melakukan upaya pengembangan diri secara bersama-sama sehingga tidak ada hipotesa tuntutan pada diri siswa.
Pemaknaan pengembangan potensi siswa berdasarkan minat dan karakternya sehingga pendidik
mampu menebalkan nya. Setiap anak mempunyai hak untuk mengeksplorasi kan potensi yang ada dalam dirinya dan guru harus mampu bertanggung jawab untuk Membimbing semua kodrat yang ada dalam diri anak untuk mencapai potensi terbaiknya.
Pembelajaran diferensiasi dianggap sebagai win-win solution untuk mencapai tujuan tersebut tanpa
terjebak diferensiasi yang dipaksakan oleh perbedaan metode. Pengelompokan anak yang cenderung diskriminatif memunculkan steorotip dalam
pembelajaran. Konsep terdiferensiasi dalam pembelajaran yang sebenarnya adalah untuk melayani kebutuhan anak yang belum tentu membutuhkan