"Kenapa Bupati belum juga melantik sesuai putusan PTUN. Padahal sudah jelas putusan itu, ada apa dengan bupati kita," kata dia menegaskan.
Massa aksi juga mengancam, jika tuntutan massa aksi tetap tidak ada respon hingga tangga 17 Januari 2022 mendatang. Massa dari Desa Matanair tersebut berjanji akan kembali melakukan aksi demo besar-besaran.
"Jangan salahkan kami kalau melakukan revolusi," kata dia menambahkan.
Aksi demo kali ini merupakan kali kedua yang mereka gelar. Jumlah massa aksi beragam. Tua, muda, lanjut usia, laki, perempuan. Bahkan di barisan ibu-ibu ada yang dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisi kehamilannya memburuk.